Pelatihan Zero Waste EVENT

Kalau melihat kebelakang ini, di Kota Bandung banyak sekali event yang di adakan. Dan dapat dipastikan event tersebut menghasilkan sampah yang menggunung sesudahnya. Entah itu tumpukan sampah atau sampah yang berceceran. Sampah yang dihasilkan beragam dari mulai dari AMDK (Air Dalam Kemasan), styrofoam bekas makanan, gelas karton, Plastik atau karton-karton sisa makanan. Hal ini buat saya pribadi menimbulkan hal yang sangat tidak mengenakan, dari segi estetika sangat jorok dan saya kembali berpikir apakan penyelenggara ini akan mengelola sampahnya.

Tanggal 24 Mei lalu, mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Zero Waste Event yang disajikan oleh YPBB dalam rangkaian pelatihannya bersama XL dan My Oyeah. Pelatihan Zero Waste Event ini diadakan di SMAN 3, peserta yang hadir adalah alumni pelatihan Zero Waste Lifestyle. Selain itu diikuti juga oleh SMK Pasundan 3. Pelatihan ini sangat menarik, menyuguhkan bagaimana kita membuat sebuah event bisa zero waste dari mulai perencanaannya. Dengan menerapkan konsep 3 R . Dari pelatihan ini sebenanrnya untuk membuat sebuah event menerapkan konsep zero waste itu bisa, asalkan ada kemauan saja.

Jika kita kembali kebelakang tepatnya 2005 terjadi peristiwa menghebohkan di kota Bandung yang mendapat julukan “Bandung Lautan Sampah” ini. Mungkin masih ada yang masih mengingat banyaknya sampah yang bertumpuk dipiggir jalan hal ini sangat menjijikan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini juga yang patut kita perhatikan sebagai pembuat sampah. Kembali ke pelatihan zero waste event ini, kita diajak untuk mulai bisa mnegurangi sampah dari sumber. Dalam pembuatan event biasanya banyak sampah yang dihasilkan. Apakah sampah itu bisa dikurangi dan bisa diganti dengan barang yang bisa di pakai ulang? (menerapkan konsep 3 R).

Pelatihan yang berdurasi cukup panjang ini dibuka oleh Kepala sekolah SMAN 3, Pak Encang. Beliau mengutarakan sangat senang akan adanya pelatihan ini dan ternyata SMAN 3 pun sedang ada program adiwiyata. Pelatihan ini tidak berisi hanya materi saja, tetapi peserta diajak untuk praktek dengan membuat sebuah perencanaan event dengan konsep zero waste. Peserta di bagi menjadi 4 kelompok dan masing-masing kelompoknya didampingi oleh mentor yang bertugas untuk mendampingi pembuatan perencanaan. Mentor yang bertugas ini sudah memiliki pengalaman dalam membuat suatu event zero waste sehingga bisa mendampingi peserta dalam membuat perencanaan.

SMAN3SMKPAS3

Setelah pembuatan rencana, masing-masing kelompok diberi kesempatan mepresentasikan rencananya dan juga terdapat sesi tanya jawab antar kelompok untuk mendetailkan perencanaannya. Proses tanya jawab ini bertujuan untuk memberi masukan dari para peserta atas gambaran perencanaan. Perencanaan event yang dibuat beragam ada yang berencana membuat pelaksanaan UAS zero waste, pentas seni, edufair dan perpisahan sekolah.Bahkan dari salah satu kelompok ada yang memang benar-benar ingin mewujudkan perencanaannya dalam bentuk aslinya. Sehingga dengan serius merencanakan secara detail perencanaannya.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini pun konsep zero waste event dijalankan dengan penyediaan makanan yang minim sampah dan terdapat pemisahan sampah terpisah bahkan ada takakura.

Sebenarnya dalam membuat sebuah event yang zero waste itu dapat dilakukan asalkan kita sebagai penyelenggara misalnya memiliki kemauan. Memang dalam tahap awal untuk melaksanakan event ini terlihat susah tetapi jika zero waste event terwujud ini adalah salah satu nilai lebih dari penyelenggara.

Dan mengadakan event zero waste ini dapat membuat smapah yang dihasilkan menjadi sedikit. Mungkin jika pernah mengikuti pelatihan Zero Waste Lifestyle yang diselenggarakan oleh YPBB, mencantumkan biaya pengangkutan sampah Kota Bandung itu mencapai 100 juta per sekali angkut. Bisa dibanyangkan juga kalau sampah menumpuknya banyak berapa biaya angkutnya dan alokasi dana 100 juta bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Di tambah lagi, banyaknya sampah yang diangkut ini menuju ke TPS , sedangkan TPA saja jika sudah penuh harus membuka lahan baru. Berarti biaya lagi harus membuat TPA baru lagi. Pembukaan TPA baru membutuhkan biaya banyak pula serta dampak dari TPA yang sampahnya bercampur dan menimbulkan bau. Dari hal yang selama ini kita anggap hanya kecil ini saja dampaknya ternyata luas.

Yuk mulai ber zero waste ! Dan mulai memulai untuk membuat zero waste event.

Kenapa tidak untuk ber zero waste dan ber zero waste event?