Jalan Malam di Trotoar

Hal yang sudah lama tidak saya lakukan dan kembali dilakukan. Berjalan di trotoar malam hari sambil menikmati suasana malam hari. Melihat lalu-lalang kendaraan bermotor. Malam itu saya berjalan di trotoar jalan supartaman. Saya lebih menyukai berjalan kaki menuju  tempat pemberhentian angkot menuju rumah saya, ketimbang harus naik angkot lalu menyambung angkot menuju rumah. Saya sangat menikmati jalan di trotoar malam itu. Tanpa ada halangan orang yang berjualan. Kalau berjalan di siang atau sore hari, trotoar tersebut ada yang jualan dan ada mamang yang memeberikan jasa potong rambut dibawah pohon yang di kenal DPR (di bawah pohon rindang). Dulu trotoar tersebut jelek, paving blok-nya banyak yang hilang-hilang sekarang trotoar itu sangat nyaman sekali walau dari segi penerangan agak gelap hanya saya menikmati perjalanan tersebut dengan di temani playlist dalam handphone saya.

Jalan malam di trotoar

pic by : toseeandtobeseen.blogspot.com

Trotoar itu kalau di siang hari berderet para tukang potong rambut dan ada beberapa yang berjualan. Tapi berhubung saat itu sudah malam jadi sudah sepi. Trotoar itu sangat nyaman walau kalau lihat ke bawah pohon dan solokan, mmhh tetap banyak sampahnya.

Tapi tetap saya sangat menyukai jalan di trotoar yang mulus dan nyaman walau trotoar supratman itu penerangannya kurang. Cahaya hanya di bantu oleh lalu lalang mobil saja. Pencahayaan lumayan jika ada rumah , gereja, dan di depan SMPN 22.

Berjalan di trotoar itu menyenangkan …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s